Bollinger Bands, adalah suatu indikator yang membantu kita para trader membandingkan volatilitas dan harga relatif dalam satu periode analisis, sehingga dikategorikan sebagai volatility Indicator.
Bollinger bands sendiri sebenarnya terdiri atas tiga buah garis yang membentuk semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga. Namun dalam penerapannya garis tengah Bollinger Bands seringkali tidak ditampilkan karena memang garis tengah tersebut hanyalah garis Moving Averages biasa. Perhatikan gambar berikut :
Bollinger Bands sendiri berbentuk sebuah rentang band (sabuk pita) harga yang menjadi pembatas pergerakan harga. Apabila terjadi ketidak seimbangan antara demand dan supply, maka Bollinger Bands akan lebih melebar dibandingkan kondisi seimbang.
Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action. Harus dipakai bersama indikator lainnya. Tentukan salah satu indikator yang terbaik bagi Anda sebagai indikator action, Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic ataupun momentum. Pilihlah dan kombinasikan sesuai gaya trading Anda.
Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini. Semakin kecil periode yang dipakai maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya.
secara umum Bollinger Bands terdiri dari tiga garis yaitu Upper Line, Botom Line, dan garis tengah diantara Upper Line dan Bottom Line (garis Moving Average).
Interpretasi dasar Bollinger Bands adalah bahwa harga cenderung tetap di dalam band atas dan bawah. Ciri khas Bollinger Bands adalah bahwa jarak antara band bervariasi berdasarkan volatilitas dari harga. Selama periode perubahan harga mata uang ekstrim (yaitu, volatilitas tinggi), band memperluas untuk menjadi lebih lebar. Selama periode volatilitas rendah, band-band yang sempit untuk memuat harga mata uang. Band diplot dua deviasi standar di atas dan di bawah rata-rata bergerak. Mereka menunjukkan "sell" ketika di atas rata-rata bergerak (atau dekat dengan bagian atas band) dan "buy" ketika dekat dengan band yang lebih rendah. Band yang digunakan oleh beberapa trader saham dalam hubungannya dengan analisis lainnya sebagai konfirmasi adalah RSI, MACD dan stohastik.
Middle Band merupakan kiraan harga closing untuk period tertentu dan menjadi dasar(base) kepada Upper Band dan Lower Band yang diprediksi dengan data-data highest price untuk Upper Band dan data-data lowest price untuk Lower Band. ‘Default Parameter’ ialah 20-2.
Signal untuk BUY adalah ketika bar telah melewati Lower Band dan diikuti dengan formasi Bullish Candlestick Pattern. Signal untuk SELL sekiranya bar telah melewati Upper Band dan diikuti dengan formasi Bearish Candlestick Pattern. Selain itu, ketiga-tiga band tersebut juga berfungsi sebagai Support/Resistance Level.
Sekian dulu pembelajaran kita tentang Teknikal indikator ini,
Happy Trading, Semoga Cuan selalu.
Roy Baroes

No comments:
Post a Comment