Pasar saham global dan regional dilanda panic selling.. seluruhnya kompak tutup dizona merah dan jatuh cukup dalam. Dalam situasi seperti ini, apa yang perlu kita antisipasi menghadapi kejatuhan saham saham gobla dan strategi kita dalam melakukan trading di IHS?
Selamat Sore,
Hari ini saham TLKM ditutup turun di harga 4180, dimana tersebut ternyata sudah dibawah harga support terdekat, setelah terjadi MACD deathcross pada tanggal 8 januari 2018 seperti Chart harga dibawah ini :
Resistant TLKM berada pada level 4460. sementara support yang baru saja tembus adalah 4180, support ke-2 4160 dan support ke-3 ada di 4110.
dari Foreign flow analisys, sore ini terlihat adaro Net foreign sell sebesar -51.86 Milyar Rupiah, seperti gambar dibawah ini.
sementara dari Broker Activity Analysis terlihat CG (CITIGROUP) Dan ML (MERRIL LYNCH) masing masing membukukan NET SELL sebesar 89.5 Milyar Rupiah atau sebanyak 213,323 lot saham untuk CG dan NET SELL sebedar 72 Milyar Rupiah atau sebanyak 172.134 Lot saham TLKM dilepas oleh Broker Merril Lynch), seperti gambar dibawah
Dari Average Analysis, pengamatan prilaku Broker pada saat Preclosing, mulai Jam 15.50 WIB sampai dengan Jam 16.00 WIB, terlihat Broker CG membuat saham TLKM sebanyak 41.052 lot (Wow Jumlah yang bukan level Trader Retail..) seperti gambar dibawah ini.
Dengan demikian kelihatan ada yang sedang membuang saham telkom cukup besar, sehingga dengan adanya sinyal Death cross serta prilaku broket asing diatas, disarankan untuk ikut melepas saham TLKM, lalu tampung lagi kalau sudah ada sinyal Golden Cross.
Untuk lebih lengkapnya mengenai analisa dan rekomendasi silahkan saksikan video dibawah ini...
Rekan -reakn Trader, pada tulisan kali ini, saya akan membagikan cara menseleksi saham saham bagus di IHSG tahun 2018. dari saham saham hasil seleksi ini, kemudian akan ditunggu kapan sinyal MACD Golden cross, atau sinyal teknikal lainnya untuk masuk. Teknik analisa fundamental ini disebut "Greenblatt's Magic Formula" dan akan saya update setiap awal bulan, mulai bulan januari 2018 .. InsyaAllah..
25 Buah Saham Hasil Seleksi dengan Greenblatt's Magic Formula Bulan January 2018
Adalah seorang Joel Greenblatt yang memperkenalkan Magic Formula, suatu metode untuk melakukan pemilihan saham. Joel Greenblatt adalah pendiri dari sebuah hedge fund yaitu Gotham Capital. Kata magic sendiri bisa menimbulkan berbagai macam penafsiran. Joel Greenblatt sendiri memberikan istilah magic formula karena memang dia dapat menunjukkan bahwa proses pemilihan saham dapat dilakukan secara sederhana. Magic Formula ini diperkenalkan oleh Joel Greenblatt dalam bukunya yang berjudul Little Books That Beats The Market. Metode ini masih jauh lebih sederhana apabila dibandingkan dengan metode pemilihan saham ala Benjamin Graham. Filosofi dari Magic Formula
Basis dari Magic Formula adalah value investing dengan menambahkan faktor katalis (pemercepat) sehingga saham-saham yang kita pilih dapat memberikan return pada kita dalam waktu yang lebih singkat.
Magic Formula sendiri menyandarkan pemilihan saham pada dua kriteria:
1. Cari saham dengan ROC (Return on Capital) yang tinggi. 2. Cari saham dengan earnings yield yang tinggi.
Cukup sederhana bukan?
ROC yang tinggi akan memberikan kita indikasi bahwa suatu saham memberikan return yang tinggi terhadap nilai investasi kita sedangkan Earnings Yield yang tinggi memberikan kita indikasi bahwa suatu saham dijual dengan harga yang murah. Kombinasi dari kedua hal tersebut akan membantu kita dalam usaha untuk menemukan saham-saham yang potensial untuk dijadikan sebagai ladang investasi.
Lebih Jauh Mengenai ROC dan Earnings Yield ala Joel Greenblatt
Walaupun secara umum kita dapat mencari definisi dari ROC dan Earnings Yield di Internet, Joel Greenblatt sendiri melakukan suatu modifikasi terhadap kedua parameter tersebut agar lebih bisa mewakili konsep Magic Formula. Bagaimana kinerja dari Magic Formula ini? Hasil back-testing dengan menggunakan metode ini menunjukkan bahwa portfolio bentukannya menghasilkan return rata-rata 30,8% per tahun dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2004, atau sekitar 2,5 kali lipat lebih besar daripada return S&P 500. Hasil tersebut cukup fenomenal mengingat proses pembentukan portfolionya yang hanya menggunakan dua kriteria. Mari kita mencoba memahami kedua kriteria tersebut.
Menurut definisi dari Joel Greenblatt, ROC adalah merupakan hasil pembagian EBIT (Earnings Before Interest & Tax) dengan jumlah Capital Employed (Modalnya yang dipergunakan). Ok, mari kita bedah komponen-komponen tersebut satu persatu. Berbeda dengan ROA yang membagi Net Earnings dengan Total Aset, Greenblatt memilih untuk menggunakan EBIT sebagai pembilang karena dapat lebih menggambarkan seberapa besar laba perusahaan sebelum adanya pengaruh dari bunga pinjaman yang harus dibayar serta kewajiban pajaknya. EBITDA ini mirip dengan Operating Profit. Mengenai pembaginya yaitu Capital Employed, Greenblatt mendefinisikannya sebagai jumlah dari dari net working capital (current assets current liabilities) dan net fixed assets.
ROC = EBIT / (Net Working Capital + Net Fixed Assets)
Mengenai Earnings Yield, definisi umum menyatakan bahwa Earnings Yield adalah kebalikan dari P/E ratio. Jadi, suatu saham dengan P/E 20 dikatakan memiliki earnings yield 5%. Joel Greenblatt memodifikasi rasio tersebut dengan melakukan membagi EBIT dengan apa yang ia sebut dengan Enterprise Value. Enterprise Value merupakan jumlah dari nilai pasar dari ekuitas (jika dinyatakan per lembar sahamnya disebut juga dengan harga saham J ) dan utangnya. Dengan menggunakan definisi ini, Greenblatt mengukur kinerja suatu saham sebagai suatu kesatuan bisnis, termasuk utang-utangnya. Definisi standar earnings yield (EPS/Price) seringkali menyesatkan karena tidak melibatkan utang dalam perhitungannya.
Earnings Yield = EBIT per lembar saham / (harga saham + jumlah utang per lembar saham)
Cara Kerja Magic Formula
Setelah menghitung ROC dan Earnings Yield masing-masing saham, lakukan pemeringkatan terhadap saham-saham tersebut berdasarkan kedua kriteria tersebut. Saham dengan ROC tertinggi akan berada pada peringkat satu. Demikian pula dengan Earnings Yield. Saham dengan Earnings Yield tertinggi akan berada pada peringkat 1. Langkah selanjutnya adalah menjumlahkan peringkat suatu saham untuk kedua kriteria tersebut. Jadi jika suatu saham berada pada peringkat 10 untuk ROC dan berada pada peringkat 5 untuk Earnings Yield,maka saham tersebut memiliki skor 15. Semakin kecil skornya, semakin bagus saham tersebut. Langkah terakhir adalah memilih saham-saham dengan skor terkecil. Jumlah saham yang kita pilih terserah kita sendiri. Sekedar mengingatkan, sebaiknya kita tidak memasukkan saham-saham perbankan karena nature bisnisnya menyebabkannya memiliki debt yang sangat besar sehingga akan menimbulkan bias dalam pemilihan kita.