SIMP atau Salim Ivomas Pratama Tbk, salah satu emiten Perkebunan Sawit milik Group Salim, selama ini memang sedang dalam trend bearish karena imbas harga CPO dunia yang sedang turun, tetapi sebagai chartist yang berpegang tegus pada kurva harga, kondisi fundamental tersebut tidak menghilangkan minat saya untuk memasukkan SIMP kedalam Watchlist.
Sebelum itu, saya ingin menampilkan Fibonachi Retracement pada Grafik SIMP. Dimana dengan segala keajaiban dari Fibonachi Retracement, menunjukkan dari harga tertinggi SIMP, 1440 pada tanggal 1 Agustus 2013 (Retracement 100%) hingga harga terendah 590 pada tanggal 20 Agustus 2013(Retracement 0%) , menunjukkan harga terakhir berusaha untuk menembus retracement 78.6 %. seperti Grafik dibawah ini.
Jika harga berhasil ditutup diatas retracement 78.6%, maka besar kemungkinan akan meneruskan penguatannya dengan batasan retracement 61.8% dengan target diharga 920.
Selain informasi Fibonachi Retracement, Grafik harga harian SIMP juga menunjukkan gejala-gejala rebound seperti grafik harga SIMP penutupan tanggal 30 Agustus 2013 dibawah ini:
Dari data harian grafik diatas terlihat SIMP mencoba untuk menembus resistant line yang berwarna biru.Garis Resistant tersebut menurut saya merupakan daerah critical karena jika harga berhasil tembus dan berhasil ditutup diatas garis resisten, ini artinya juga harga ditutup diatas EMA50.
Upaya SIMP untuk rebond dari trend Bearish nya dapat kita lihat dari grafik mingguannya seperti dibawah ini:
Candle mingguan SIMP menuntukkan harga tertinggi mencoba menembus harga mingguan tertinggi di 750, yang juga merupakan price chanel selama 7 minggu berturut-turut, dimana harga tertinggi 750 sedang mencoba menembus EMA10 dengan Volume yang cukup signifikan.
Lalu apa strategy trading untuk saham SIMP ini?
Berdasarkan analisa diatas, kita bisa memasang posisi beli jika harga break out, tembus dan berhasil tutup diatas 760.
SIMP:
Buy If break resistant : 760
Set Cutloss (If buy succesful) : 610
Demikian trading plan saya untuk awal minggu yang berbahagia ini.
Selamat Trading, semoga Cuan, Semoga Barokah.
Salam,
Roy Baroes



No comments:
Post a Comment