Sunday, May 25, 2014

Indicator MACD (Moving Average Convergen Divergen)

Selamat  Pagi rekan-rekan Traders..

Setelah pasangan Capres dan Cawapres Pemilu 2014 ini telah dideklarasikan, IHSG cendrung memasuki masa konsolidasi dan minim sentimen. jadi saya sedikit santai dan ikut saja Trading Plan yagn telah saya buat beberapa hari lalu.

Karena saya sebagai trader ideologinya adalah Profit, maka saya menolak untuk ikut-ikutan berperang dukung-mendukung salah satu capres. Dan dari pada saling bertegang urat mendukung capre-cawapres,bahkan sampai ada yang melakukan Black Campaign, lebih baik kita belajar salah salah satu Indikator teknikal yang saya gunakan dalam trading saham, yaitu indicator MACD (Moving Average Convergence Divergence)

Indicator MACD adalah Momentum Indicator yang diciptakan oleh Gerald Apple dan bersifat Lagging. Maksud dari Indicator Lagging adalah indikator yang memberikan kita signal pada saat trend pasar sedang berlangsung.

Indikator lagging hanya memberikan signal setelah terjadi perubahan harga disaat trend sedang terjadi.  Kekurangan yang terdapat pada indikator ini ialah agak sedikit lambat dalam memasuki kondisi pasar. Namun keuntungannya adalah Sinyal lebih terkonfirmasi, sedikit terhindar  dari sinyal palsu atau jebakan Bandar. yah.. sama-sama tahu saja bagaimana sepak terjang bandar saham di IHSG kita.
Sesuai namanya, indicator MACD adalah Varian dari Indicator Moving Average dengan tambahan Parameter Histogram untuk mengukur kekuatan trand dari harga.
Berikut ini adalah contoh Grafik harga saham Kimia Farma (KAEF) dengan indikator MACD (Saya menggunakan software Gratis ChartNexus / www.chartnexus.com )



Dari contoh grafik harga saham KAEF diatas, MACD menggunakan parameter 26d,12d  dan 9d (parameter default) yang artinya:
1. 12d adalah jumlah bar dari perhitungan Moving Average yang lebih cepat (Fast MA).
2. 26d adalah Jumlah bar dari perhiungan Moving Average yang lebih Lambat (Slow MA)
3. Signal 9 adalah jumlah bar yang digunakan untuk mengitung rata-rata perbedaan antara bar 26d dan bar 12d.

Sinyal beli dan sinyal jual diidentifikasi dengan sinyal yang disebut GoldenCross dan DeathCross yang didefinisikan sbb:
GoldenCross = Jika Sinyal MACD (Blue Line) memotong sinyal 9 (Red Line) dari bawah ke atas. sinyal Beli
DeathCross = Jika Sinyal MACD (Blue Line ) memotong Sinyal 9 (Red Line) dari atas ke bawah. sinyal Jual.
Indikator MACD ini saya gunakan dalam gaya Swing Trading yang saya anut, Dengan disiplin saya memasang posisi beli 1 tick atas harga tertinggi jika terjadi Goldencross dan memasang posisi jual 2 Tick dibawah harga terrendah saat terjadi DeathCross, telah terbukti bahwa bisa menghasilkan profit yang tinggi secara consisten dengan Resiko kerugian yang relatif rendah.

Demikian sedikit sharing indicator teknikal dalam trasing saham, semoga menjadi inspirasi dan barokah bagi kita semua

Salam hangat,
rb



No comments:

Post a Comment