Wednesday, February 1, 2012

Indikator Teknikal: Average Directional Index Movement (ADX)

Dalam Swing Trading yang saya gunakan, salah satu yang menjadi syarat saham yang akan saya tradingkan adalah saham-saham yang berada dalam trend bullish, saya akan menghindari saham-saham yang berada dalam fase trading. Hal ini dikarenakan dalam melakukan trading, saya mencari profit yang maksimal dengan resiko seminimal mungkin.

Untuk mengetahui saham-saham yang berada dalam trending bullish, saya menggunakan Indikator teknikal Average Directional Index Movement (ADX).
ADX dikembangkan oleh J. Welles Wilder dan berguna untuk menghitung kekuatan trend, apakah itu trend bullish atau trend bearish. Umumnya Jika ADX untuk rata-rata 20 hari atau ADX(20) > 30, maka pasar didefinisikan kedalam fase trending, sedangkan bila ADX(20)< 30, maka saham dikategorikan kedalam fasa trending atau sideway.

ADX biasanya terlampir dalam grafik beriringan dengan dua garis yang disebut dengan Directional Movement Indicators (DMI). ADX sendiri merupakan rata-rata dari kedua garis tersebut. Pertama adalah garis +D, yang mencerminkan seberapa kuat atau lemah uptrend dalam pasar. Kedua adalah garis –D, yang menggambarkan seberapa kuat atau lemah downtrend. Dengan begitu, dalam swing trading yang saya gunakan, saya hanya memilih saham yang uptrend atau harga +D > -D.

Demikian sedikit pembelajaran kita tentang Teknikal indikator ini,
Happy Trading, Semoga Cuan selalu.

Salam,
Roy Baroes

No comments:

Post a Comment